“Selain itu, pesisir Lampung Selatan juga berpotensi dikembangkan sebagai industri kelautan dan pengolahan hasil laut yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Dosen Pariwisata Institut Teknologi Sumatera ini menilai pengembangan pariwisata merupakan langkah strategis dalam menjaga kestabilan ekonomi Lampung Selatan setelah pemekaran.
“Wilayah pesisir Lampung Selatan memiliki potensi luar biasa yang dapat dikembangkan, tidak hanya dalam bidang pariwisata, tetapi juga industri kreatif dan ekonomi berbasis kelautan. Jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah pasca pemekaran,” ujarnya.
Dijelaskannya, dalam konteks pengembangan nasional, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional, Lampung Selatan memiliki wilayah yang berstatus sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yaitu KSPN Gunung Krakatau dan sekitarnya.
“Dengan potensi ini, pengembangan sektor pariwisata di wilayah pesisir dapat meningkatkan ketahanan perekonomian daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan PAD melalui industri pariwisata dan sektor berbasis kelautan,” tuturnya.
Salah satu peluang investasi terbesar di sektor pariwisata adalah proyek pembangunan Bakauheni Harbour City.
Proyek ini diharapkan dapat menjadi stimulan ekonomi bagi wilayah pesisir Lampung Selatan.
“Bakauheni Harbour City akan mengintegrasikan kawasan pelabuhan, transportasi, serta pengembangan komersial dan pariwisata. Dengan lokasi yang strategis sebagai pintu gerbang utama menuju Pulau Sumatera, proyek ini diproyeksikan menarik investasi baik dari sektor infrastruktur, perhotelan, ritel, hingga industri kreatif,” bebernya.