Sosok Gusti Nurul, Putri Keraton yang Berani Menolak Pinangan Soekarno dan Tokoh-Tokoh Berpengaruh

Eza Ramadhan - Sabtu, 06 Jun 2026 - 09:46 WIB
Sosok Gusti Nurul, Putri Keraton yang Berani Menolak Pinangan Soekarno dan Tokoh-Tokoh Berpengaruh
Menolak Soekarno hingga Sultan HB IX, Gusti Nurul dikenang sebagai sosok perempuan yang teguh pada prinsipnya. - Ist.
Advertisements

SOSOK.CO.ID - Peringatan hari lahir Soekarno setiap 6 Juni turut mengingatkan publik pada kisah asmara sang Proklamator yang kerap menjadi perhatian.

Selain dikenal sebagai tokoh bangsa, Soekarno juga memiliki perjalanan cinta yang melibatkan sejumlah perempuan dalam hidupnya.

Beberapa istri Soekarno di antaranya Siti Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, dan Ratna Sari Dewi.

Namun, ada pula perempuan yang diketahui menolak cinta Soekarno meski mendapat perhatian khusus dari presiden pertama Indonesia tersebut.

Sosok itu adalah Gusti Nurul, bangsawan berdarah biru dari Pura Mangkunegaran, Surakarta.

Gusti Nurul lahir pada 17 September 1921 sebagai putri tunggal Mangkunegoro VII dan Gusti Kanjeng Ratu Timoer.

Sejak muda, ia dikenal berparas cantik sekaligus memiliki kecerdasan serta kemampuan seni yang menonjol.

Bakat menarinya membawanya tampil di Belanda saat berusia 15 tahun dalam perayaan pernikahan Putri Juliana.

Penampilan tersebut diiringi gamelan dari Pura Mangkunegaran dan disiarkan melalui Solosche Radio Vereeniging.

Di balik kehidupannya sebagai bangsawan, Gusti Nurul dikenal memiliki prinsip yang kuat dalam menentukan pasangan hidup.

Ia tercatat pernah menolak pinangan Soekarno, Sutan Sjahrir, GPH Djatikusumo, hingga Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Penolakan itu disebut berkaitan dengan sikapnya yang menentang praktik poligami.

Gusti Nurul meyakini perempuan berpendidikan tidak seharusnya menyakiti perempuan lain dengan menjadi istri kedua.

Salah satu penolakan yang paling dikenal terjadi ketika Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengajukan lamaran saat telah memiliki istri.

Meski dijanjikan kedudukan tinggi, Gusti Nurul tetap mempertahankan prinsip hidup yang diyakininya.

Pada usia 30 tahun, ia akhirnya menikah dengan R.M. Surjo Sularso yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya.

Surjo Sularso merupakan perwira militer lulusan KMA Breda tahun 1939.

HALAMAN:
Advertisements
Share:
Editor: Eza Ramadhan
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
Advertisements
© 2024 Sosok.co.id. All Right Reserved.