"Ini sangatlah bagus untuk olahraga. Anda hanya menonton para gadis dan kami masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, tapi kami pastinya menutup kesenjangan gender," sambungnya.
"Saya pikir akan ada lebih banyak gadis yang datang untuk ikut serta dalam olahraga ini," tambahnya.
Ya, Jepang masih mendominasi olahraga skateboard di Olimpiade Paris, usai meraih tiga dari empat medali emas yang ditawarkan di Olimpiade Tokyo.
Yuto Horigome juga Coco Yoshizawa dari Jepang memenangi medali emas di nomor jalanan putra dan putri pekan lalu.
Ada hal menarik di nomor taman putri. Selain Hiraki yang meraih perak, Trew juga Brown ternyata berdarah Jepang dari sang ibu.
Skateboard memulai debutnya sebagai olahraga Olimpiade di Tokyo dan dipertahankan sebagai upaya penyelenggara guna menjangkau audiens baru dan lebih muda.
Cabang olahraga ini menampilkan dua nomor, yaitu taman dan jalanan.
Atlet dinilai berdasarkan tingkat kesulitan, kecepatan, juga jangkauan gerakan mereka.
Nomor taman putri pun menampilkan Zheng Haohao yang berusia 11 tahun, atlet termuda yang pernah mewakili China pada Olimpiade, sekaligus menjadi atlet termuda di Olimpiade Paris.
Tetapi ia gagal melaju ke final. "Skateboard di Olimpiade tak jauh berbeda dengan skateboard di lingkungan saya. Hanya saja lebih banyak penontonnya," ungkap Zheng.