"Enam puluh empat warga sipil terluka, lima di antaranya dalam kondisi kritis, sementara lainnya menderita luka ringan," sebut National News Agency.
"Sebagian besar dari mereka dirawat di ruang darurat dan dipulangkan dari rumah sakit," ungkap National News Agency.
Rumah sakit yang menerima korban luka itu adalah RS Bahman, RS, Al-Sahel, RS Al Rasoul Al Aazam, RS Al Zahraa, serta RS Universitas Al-Jeitaoui.
Serangan tersbut dikecam oleh Perdana Menteri Lebanon Najid Mikati.
"Mengecam agresi Israel yang terang-terangan di pingggir selatan Beirut," demikian bunyi pernyataan kantor Mikati mengutip dari Al Jazeera.
Mikati menyebut serangan Israel tersebut sebagai tindakan kriminal.
"Serangkaian operasi agresif yang membunuh warga sipil dan dengan jelas dan tegas telah melanggar hukum internasional," tegasnya.
Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), serangan tersbeut menargetkan Shukr yang menjadi panglima senior Hizbullah.
Al Jazeera melaporkan ledakan keras terdengar di pinggir Beirut bagian selatan juga diikuti oleh asap yang membubung tinggi.
Sementara itu, National News Agency menyebut serangan Israel tersbeut menargetkan area di sekitar Dewan Shura Hizbullah di Haret Hreik.
Militer Israel mengklaim serangan tersebut adalah balasan atas serangan roket di Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan di Israel.
Serangan tersebut, menurut Israel, dilancarkan oleh Hizbullah meski kelompok asal Lebanon itu telah membantah berada di balik serangan tersebut.
"Serangan di Beirut menargetkan panglima yang bertanggung jawab atas kematian anak-anak di Majdal Shams dan pembunuhan banyak warga sipil Israel lainnya," sebut militer Israel.
BACA JUGA: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sampaikan Pidato Sambutan di Rapat Paripurna DPRD
Beirut telah bersiap menghadapi serangan Israel sejak negara Zionis tersebut mengancam akan melancarkan serangan.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji akan menggempur Hizbullah.